Depan
Profil
Berita
Info Pekurban
Distribusi
Formulir Peserta THK
FAQ
Kontak
Publikasi Rutin Daftar Pekurban via Media Massa
Jakarta, 8 November 2011 - Sebagai bentuk transparansi dan pertanggungjawaban publik, Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa mempublikasikan daftar nama pekurban dan perolehan ku.... Detail

THK Gelar Aksi di Kenya - Somalia
Jakarta, 8 November 2011, Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Dhuafa pekan lalu mengirim Tim Kemanusiaan gelombang kedua ke Somalia untuk melaksanakan amanat masyarakat yakni memoton.... Detail

Kembali
SHEEP MARKETING BOARD, LANGKAH MENUJU KESEJAHTERAAN TAHUN 2009
Siapa kira program sederhana yang semula bernama Menebar 999 Hewan Kurban kini telah menebar banyak manfaat di berbagai pelosok negeri. Program yang saat ini telah berubah nama menjadi Tebar Hewan Kurban (THK) itu kini telah menjangkau 28 propinsi di Indonesia. Sejak awal program digulirkan hingga saat ini, hewan kurban yang telah disalurkan lebih dari 35.000 ekor kambing/domba dan hampir 1000 ekor sapi, dengan total dana kurban yang telah digelontorkan lebih dari 20 milyar rupiah. Program yang semula dikhususkan bagi distribusi daging kurban ke daerah-daerah yang membutuhkan, saat ini telah melahirkan ribuan peternak. Sebab, jauh hari sebelum prosesi pelaksanaan pemotongan hewan kurban para peternak telah terkoordinasi dalam program pemberdayaan peternak. Dengan cara ini, para peternak tidak sekedar memperoleh daging kurban dan pendapatan yang lebih baik, tetapi juga peningkatan pemahaman paradigma hidup ke arah yang lebih bermartabat.

Di Indonesia saat ini ada 4,71 juta rumah tangga petani di Indonesia yang mempunyai sumber pendapatan dari ternak kambing atau domba. Dengan populasi ternak kambing dan domba saat ini kurang lebih 21 juta ekor berarti setiap rumah tangga memelihara kambing atau domba rata-rata 4 5 ekor. Hampir semua peternak itu mengelola ternak kambing atau dombanya dengan cara sambilan saja. Hal ini yang mendorong Dompet Dhuafa (DD) Republika melakukan pemberdayaan melalui keluarga para peternak. Melalui pemberdayaan peternak mereka para peternak dapat meningkatkan penghasilannya dari beternak kambing/ domba tanpa mengganggu pekerjaan utamanya yang tentunya memberikan penghasilan terbesar bagi keluarga peternak.

Seperti halnya dalam sektor agribisnis yang lain, para pelaku agribisnis budidaya biasanya memperoleh keuntungan yang paling rendah dibandingkan dengan pelaku yang lain. Untuk itu para peternak perlu merebut nilai tambah yang ada pada agribisnis hulu dan hilir. Para peternak perlu memiliki organisasi bisnis yang dikelola profesional dimana para peternak adalah pemegang saham dalam organisasi tersebut. Karena keterbatasan dana yang dimiliki para peternak (termasuk mustahik), modal untuk membangun organisasi sistem agribisnis peternakan tersebut bisa menggunakan dana Zakat Infak Sedekah (ZIS) yang dihimpun oleh DD Republika. Peternak yang termasuk mustahik dan memiliki komitmen kuat dan bepikir untuk kepentingan bersama akan menjadi pemilik saham organisasi sistem agribisnis peternakan kambing atau domba tersebut.

Di mulai dengan mengembangkan kampung ternak (kawasan peternakan terpadu) pada tahun 2004, DD Republika akan terus bebenah menyiapkan bisnis peternakan memasuki pasar internasional. Apabila para peternak yang telah bergabung dalam organisasi sistem agribisnis peternakan terus tumbuh dan terberdayakan maka di tahun 2009 impian untuk mewujudkan sheep marketing board yang dimiliki para peternak yang termasuk mustahik bisa diwujudkan. Di tahun itu, para jamaah haji Indonesia sudah bisa berbangga bahwa sebagian dam dengan kambing atau domba yang dibayarkan di tanah suci, berasal dari para peternak negeri sendiri. Apalagi bila jamaah haji Indonesia sadar bahwa kurban di negeri sendiri jauh lebih bermanfaat bila dikelola secara baik, disamping meningkatkan pahala amal jariyah juga akan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia.